- By. Daus 9 March 2008

- Pukul 10.00 WIB

Ketika pertama
kali melihatnya,

melihat indah
matanya,

ku merasa
dipeluk oleh derasnya arus gelombang,

berenang bersama
lumba-lumba,

di jemput
jutaan kunang-kunang,

lalu
diterbangkan menuju bintang

 

Ia tersenyum,
aku tak bisa bernafas

Namaku ….,
katanya menyalamiku

menggenggam
hatiku…

 

- huhh…

 

itulah yang ku
ingat beberapa tahun yang lalu,

ketika baru
menginjakan kakiku di kota peuyeum,

yang banyak peyempuannya…

 

Wahai, kau yang
ku sayang

yang telah
datang merasuk kedalam jiwa,

tanpa permisi,
menerobos seluk beluk raga,

menetap di hati
tanpa terasa,

yang menghiasi
hari-hari ku dengan penuh tawa,

 

ku tak tahu
harus berkata apa,

belum berani ku
katakan yang sesungguhnya,

bukan ku tak sayang,

bukan ku tak
cinta,

 

ku masih
meragu,

apakah yang
kurasakan,

sama seperti
yang kau rasakan,

 

tapi biarlah
waktu yang kan menjawabnya,

 

jangan salahkan diri ku…

yang menulis hal ini,

karena hal serumit cinta,

tak baik jika disimpan saja.

 

ku tak peduli

apakah ku cinta
mati

bukannya aku
takut akan kehilangan diri mu

tapi aku takut
akan kehilangan cintamu

 

mungkin saja suatu saat
nanti,

kau bisa membalas
cintaku…………