Ketika pertama kali melihatnya,
melihat indah matanya,
ku merasa dipeluk oleh derasnya arus gelombang,
berenang bersama lumba-lumba,
di jemput jutaan kunang-kunang,
lalu diterbangkan menuju bintang

Ia tersenyum, aku tak bisa bernafas
Namaku …., katanya menyalamiku
menggenggam hatiku…

huhh…

itulah yang ku ingat beberapa tahun yang lalu,
ketika baru menginjakan kakiku di kota peuyeum,
yang banyak peyempuannya…

Wahai, kau yang ku sayang
yang telah datang merasuk kedalam jiwa,
tanpa permisi, menerobos seluk beluk raga,
menetap di hati tanpa terasa,
yang menghiasi hari-hari ku dengan penuh tawa,

ku tak tahu harus berkata apa,
belum berani ku katakan yang sesungguhnya,
bukan ku tak sayang,
bukan ku tak cinta,

ku masih meragu,
apakah yang kurasakan,
sama seperti yang kau rasakan,

tapi biarlah waktu yang kan menjawabnya,

jangan salahkan diri ku…
yang menulis hal ini,
karena hal serumit cinta,
tak baik jika disimpan saja.

ku tak peduli
apakah ku cinta mati
bukannya aku takut akan kehilangan diri mu
tapi aku takut akan kehilangan cintamu

mungkin saja suatu saat nanti,
kau bisa membalas cintaku…………

By. Daus 9 March 2008